Senin, 24 Januari 2011

Serunya Lompat dari Jembatan Barito!

Serunya Lompat dari Jembatan Barito!

Selasa, 25 Januari 2011 | 11:04 WIB

 
 
     Edward Pah Olahraga X-Game atau lompat dari Jembatan Barito, kini digemari kalangan mahasiswa dan remaja di Kalimantan.
BANJARMASIN, KOMPAS.com Sore itu, Minggu (23/1/2011), Nanda, mahasiswi semester tiga Jurusan Administrasi Bisnis FISIP Universitas Lambung Mangkurat, berdiri di sisi terluar Jembatan Barito.
Tak ada lagi pagar penghalang. Jika terpeleset, Nanda bakal terjun bebas ke Sungai Barito. Meski jatuh di air, dengan ketinggian sekitar 20 meter, tetap saja bakal berakibat fatal.
Karuan, aksi Nanda menarik perhatian pengendara yang melintasi jembatan sepanjang 1,2 kilometer yang menjadi penghubung Provinsi Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Tengah itu. Mereka penasaran dengan yang dilakukan Nanda.
Eits... Jangan salah sangka dulu. Aksi Nanda bukanlah aksi bunuh diri. Pinggir Jembatan Barito itu adalah tempat olahraga yang tengah dilakoni Nanda, yakni body jumping.
Sebelum bergerak ke pinggir jembatan, Nanda dipastikan oleh rekan-rekannya sudah dalam posisi aman. Carmenter (tali khusus olahraga memanjat) yang dinamis tersambung dengan tubuh Nanda yang dibalut sabuk khusus.
Berdiri beberapa saat di pinggir jembatan, Nanda pun siap menunggu aba-aba melompat oleh rekannya yang menjadi instruktur. Saat itulah mimik Nanda terlihat pucat.
"Sudah siapkan? Pastikan kamu berani. Begitu oke, langsung lompat," ujar Madi yang hari itu menjadi instruktur.
Kemudian Nanda menjatuhkan badannya sambil berteriak sekeras-kerasnya. Tubuh Nanda jatuh meluncur deras, namun badannya tidak menyentuh air karena panjang carmenter telah terukur agar tidak sampai ke air.
Di atas permukaan sungai, tubuh Nanda berayun-ayun. Sesekali masih terdengar suara teriakan melengking. Setelah tak lagi berayun-ayun, tubuh Nanda kembali ditarik ke atas oleh rekan-rekannya.
"Wuiiihhh... Luar biasa. Gugup, takut bercampur ngeri mengaduk-aduk adrenalin. Pokoknya seru abis," ujar Nanda menggambarkan pengalamannya setelah terjun.
Nanda merasakan sensasi fantastis ketika adrenalinnya memuncak. Maklum, itu merupakan pengalaman pertamanya mencoba body jumping ala anak-anak Mapala Fisipioner.
Rekan satu kampus Nanda yang juga anggota Mapala Fisipioner, Novi, pun tak mau kalah.  Sama halnya dengan Nanda, Novi pun meluapkan perasaannya ketika meluncur jatuh dengan berteriak nyaring.
"Tadinya aku mau batalin terjun. Soalnya ngeri banget. Sempat bengong. Saat keberanian sudah terkumpul baru aku lompat. Setelah sampai bawah rasanya semua plong, bangga bisa melawan rasa takut yang luar biasa," ujarnya.
Menurut Novi, meski seru, aksinya tergolong keputusan berani dari berbagai tindakan yang selama ini dilakukan. Makanya, ketika ditawari lompat lagi, Novi pilih pikir-pikir dulu. "Coba lagi? Pikir-pikir dulu deh. Harus persiapan mental, dan fisik dulu. Kalau nggak fit bisa muntah-muntah tuh," katanya.
Bukan hanya Mapala Fisipioner. Jembatan Barito sekarang telah menjadi tempat untuk uji nyali dalam body jumping. Body jumping memang sedang digemari anak-anak muda di Banjarmasin. Aksi berani itu dilakoni sejak 2009 lalu. Kini peminatnya telah membentuk komunitas yang dinamakan Komunitas B-Jumping. Seru!

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger